Alhambra bukan hanya sebuah istana, tetapi juga tempat di mana arsitektur dan lanskap saling berdialog. Dari balik lengkungan-lengkungan khas Nasrid, warisan peradaban Islam, setiap jendela menghadirkan sudut pandang yang berbeda tentang Granada—kota yang tumbuh di antara sejarah, budaya, dan alam Andalusia.
Foto-foto dalam seri ini merekam pengalaman memandang Granada dari dalam Alhambra. Setiap bingkai mengajak kita berhenti sejenak, menikmati bagaimana cahaya musim panas, pepohonan, perbukitan, dan bangunan-bangunan tua berpadu dalam komposisi yang telah dirancang oleh para arsiteknya berabad-abad lalu. Jendela-jendela itu bukan sekadar bukaan menuju dunia luar, melainkan bingkai yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Bagi saya, fotografi perjalanan bukan sekadar mendokumentasikan sebuah tempat, tetapi menangkap cara sebuah tempat bercerita. Di Alhambra, kisah itu tidak hanya terpahat pada dinding-dinding yang penuh ukiran, tetapi juga terbentang di balik setiap jendela yang menghadap ke Granada. Melalui seri ini, saya ingin mengajak penikmat foto melihat kota itu sebagaimana para penghuni istana dahulu memandangnya—perlahan, penuh kekaguman, dan dengan kesadaran bahwa keindahan sering kali lahir dari cara kita memilih sebuah sudut pandang.